Hindari PDKT dengan Cara yang "Basi"

Salah satu permasalahan terbesar dalam hubungan antarmanusia adalah rutinitas. Segala sesuatu yang tadinya luar biasa, saat menjadi rutin akan terasa biasa saja. Ini juga terjadi pada saat PDKT alias pendekatan, padahal saat-saat PDKT harusnya jadi saat-saat paling seru dalam suatu hubungan.

Ibarat seorang penjual, masa PDKT adalah kesempatan untuk menunjukkan kelebihan yang kita "jual" – dalam hal ini adalah diri sendiri – kepada orang lain. Cobalah untuk memberikan perhatian yang membuat dia juga jadi memperhatikanmu. Cara paling sederhana adalah dengan tidak memberikan perhatian berupa pertanyaan yang jawabannya hanya satu atau dua kata. Misalnya, “Sudah makan atau belum?” Jawabannya kan hanya “sudah” atau “belum”. Atau pertanyaan “Lagi apa?” Jawabannya bisa hanya “lagi nonton”. Nah, kalau dia belum terlalu tertarik pada kamu, pembicaraan akan berakhir di sini. 

Berbeda dengan kalau dia juga suka dengan kamu, maka jawabannya bisa panjang. Misalnya, pertanyaan pertama dijawab, “Sudah sih, tapi gak tau kenapa masih laper, pingin makan lagi tapi takut genduuut.” Atau ditambah dengan dia balik bertanya, “Kamu udah makan belum?”. Sedangkan pertanyaan kedua bisa dijawab dengan, “Lagi nonton nih, seru banget deh film ini, kamu udah nonton belum? Kalau belum aku pinjemin DVDnya deh.” Bahkan dia juga bisa mengajak untuk nonton bersama.

Coba berikan pertanyaan yang lebih terbuka agar komunikasi bisa lebih banyak dan kamu punya kesempatan untuk “menjual” diri sendiri. Diawali dengan mencari informasi akan apa yang dia suka. Misalnya dia suka nasi goreng, pertanyaannya bisa, “Menurut kamu, nasi goreng yang paling enak itu seperti apa sih?” tentu dia akan dengan senang hati menjelaskannya. Dari situ komunikasi akan terus berlanjut, bahkan bisa diakhiri dengan mengajak pergi untuk melakukan hal-hal yang dia suka tersebut.

Saat PDKT, selain menghindari rutinitas juga perlu kreativitas. Berbagai topik bisa jadi bahan pembicaraan, tergantung kesenangan masing-masing. Untuk itu kita perlu membuka seluas-luasnya wawasan supaya bisa diajak bicara tentang apa saja. Karena di luar ketertarikan fisik, yang paling berperan dalam tumbuhnya cinta adalah kalau bisa ngobrol dengan asyik.

Selamat diteruskan PDKT-nya, Putra. Semoga dari kirim BBM bertanya sudah makan atau belum bisa jadi kirim BBM bertanya, "Makan di mana kita hari ini?" Lalu sama-sama tersenyum.


Repost From Hilbram dunar, yahoo

0 komentar: